
Akhirnya... dapat juga menginjakkan kaki ke candi Sambisari ini. Terus terang dulu pernah mencari lokasi kecandi ini sebanyak 2 kali dari arah jalan solo, tetapi tetap tidak ketemu. Tetapi kali ini berhasil berkat rute yang diberikan oleh bapak-bapak penjaga candi Gebang yang baik hati tadi.
Daya tarik candi ini adalah letaknya yang berada di bawah permukaan tanah, katanya sih dulu sempat tertimbun oleh lahar gunung merapi pada letusan nya jaman dulu, dapat dilihat dengan bukti-bukti bebatuan vulkanik disekitar candi.

Lagi-lagi sangat lucky sekali, dimana cuma sedikit pengunjung pada siang hari ini. :D di pojok kanan bawah candi utama sambisari cuma ada sepasang couple yang lagi pacaran menggunakan seragam sekolah. Dari pengamatan sih nggak romantis sekali pacarannya :D , tapi apapun gaya pacarannya yang penting mereka punya pacar... :D, ah.... kog berlanjut jadi ngomongin pasangan yang pacaran itu sih... :D
Info yang didapat sebelum pergi ke lokasi sih berbunyi seperti yang ku kutip dari wikipedia : sebagai berikut
Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke 9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung di zaman kerajaan Mataram Kuno.
Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu material volkanik di sekitar candi.
Dengan dikelilingi oleh tembok candi yang asli dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping). Di dalam candi ini terdapat patung Durga (di sebelah utara), patung Ganesha (sebelah timur), patung Siwa Agastya (sebelah selatan), dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nadisywara. Di dalam candi utama terdapat patung Lingga dan Yoni dengan ukuran cukup besar. Pada saat penggalian, benda-benda bersejarah, di antaranya beberapa tembikar, perhiasan, cermin logam serta prasasti lempengan emas juga ditemukan.
Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari yang diabadikan menjadi nama candi tersebut, dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala.

Info itu benar, coba lihat foto diatas, itu diambil dari beberapa meter pintu masuk candi, dan memang candi sepenuhnya berada dibawah permukaan tanah.


Cukup asyik berada dicandi Sambisari ini, karena candinya bisa dinaiki... :D

Arca-arca juga masih kelihatan bagus...




Seperti biasa, sebagai bukti otentik telah berada di candi Sambisari, untuk itu perlu foto..... :D

Di depan candi utama, ada tiga reruntuhan candi lainnya... aku pun coba menaiki 2 candi yang masih bisa di naiki...

Diatas ke dua candi yang kunaiki tersebut, terdapat meja dan kursi jika di lihat dari sudut pandang ku, atau jangan-jangan ini meja persembahan ya :D... tak tau lah.....

Langit semakin gelap dan udara dingin terasa saat masih berada di atas reruntuhan candi yang paling kiri, ku potret full bangunan candi utama... dan saatnya pulang... :D , biar sebentar tapi puas sekali....
Cost
Tiket masuk Rp.2000 , juga parkir motor yang ku kira gratis ternyata harus bayar Rp.1000




