
Semua orang indonesia yang update berita, pasti tau peristiwa tragedi Meletusnya gunung Merapi, yogyakarta pada tanggal 26 oktober 2010 lalu. Dan waktu itu memang saya ada di jogja, dan baru kali itu merasakan kota yang biasanya asri ini diselimuti oleh debu, bisa lihat di foto yang pernah ku upload di sini.
Dari desa kinahrejo ini memang sebelum kejadian telah sering dikunjungi oleh banyak orang, karena merupakan jalur pendakian ke gunung
merapi. Desa ini terletak pas di bawah kaki gunungnya, sehingga pemandangan indah sang gunung Merapi pun dapat dinikmati full dari sini.
Terlebih, ada seorang juru kunci yang sangat terkenal, dan menjadi bintang iklan, apalagi kalau bukan Mbah Maridjan, sang juru kunci gunung Merapi.

Tak pernah terpikir untuk pergi kesana, hingga liburan awal tahun ini, ada keluarga yang mengajak kesana, khusus melihat bagaimana keadaan desa tempat tinggal mbah maridjan yang kini menjadi tujuan wisata, bahkan masuk kedalam list tujuan wisata para perusahaan jasa Travel. Awalnya ada rasa canggung, dimana kita bersenang-senang di tempat kejadian yang telah menewaskan banyak orang tersebut. Tetapi setelah menginjakkankan kaki disana, dan melihat tanggapan warga sekitar yang memanfaatkan lokasi ini menjadi sumber penghasilan, rasa canggung pun hilang dan mari bersenang-senang.
Ini kali pertama ke desa kinahrejo, sebelum-sebelumnya hanya sampai di lokasi Golf merapi, kali adem dan kali urang. Sehingga aku harus banyak bertanya kepada teman-teman, bagaimana untuk sampai ke lokasi desa kinahredjo ini. Jalur yang paling gampang adalah lurus ke arah wisata kaliurang, kemudian saat tanjakan sebelum pintu pos jaga wisata kaliurang, belok lah ke kanan, ikuti petunjuk Golf Merapi... lewati jembatan dan ikuti petunjuk ke desa kinahredjo. Then..... pasti sampai, karena memang gampang carinya.

Di lokasi anda dapat melihat gunung merapi, Monumen kendaraan Mobil APV dari tim SAR, motor yamaha F1ZR, suzuki Shogun yang dipakai untuk evakuasi warga, tetapi terkena Awan panas dan semua yang berada didalamnya meninggal. Juga ada dibuatkan sebuah pondok yang menandakan rumahnya Mbah Maridjan....

Biaya masuk perorang, dikenakan Rp.3000 yang dikelola oleh warga, parkir kendaraan roda empat 2000 atau 3000 lupa. sehingga tidak benar-benar sampai ke lokasi desa kinahrejo. Karena warga memanfaatkan nya untuk penghasilan. Jadi untuk kesana kita harus berjalan sekitar setengah kilo saja dengan jalan menanjak. Para warga beramai-ramai berbohong bahwa jarak menuju kesana sangat jauh, yaitu 1.5kilo... What the fuck...!!!! yang nyata-nyatanya tidak jauh..... Tawaran mereka naik ojek Rp.20.000 perorang, atau sewa motor trail Rp50.000. Jadi kami memutuskan untuk berjalan saja, dan yang cewek-cewek yang sudah di bohongi mereka mau saja naik ojek yang cuma sebentar itu.

Satu hal setelah sampai dilokasi... saya hanya bisa bilang ironically beautiful. Kini tempat yang dulu gosong dipenuhi abu... sekarang telah menjadi hijau...., view merapi tampak lebih jelas karena tidak ada rumah penduduk...., jadi cobalah kesana.
COST
Semua gratis... di bayari.....




